Dzikir Setelah Sholat: Urutan Lengkap Beserta Artinya
Dzikir setelah sholat secara berurutan: istighfar, Allahumma antas-salam, tasbih 33/33/33, Ayat Kursi, dan tiga Qul, lengkap dengan arti dan sumber haditsnya.
Panduan ini menjelaskan pandangan dan sumber yang umum. Ini bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ustaz atau imam yang Anda percaya.
Menit-menit setelah salam adalah salah satu ibadah termudah dalam sehari. Anda sudah duduk, sudah menghadap kiblat, sudah berwudhu. Nabi saw. memanfaatkan saat ini untuk serangkaian dzikir pendek yang tetap, dan para sahabat meriwayatkannya dengan rincian yang cukup sehingga kita bisa mengikuti urutan yang sama hari ini.
Artikel ini menyajikan urutan itu, dengan bacaan Arab dalam transliterasi, artinya dalam bahasa Indonesia yang sederhana, dan sumber untuk setiap bacaan. Versi pendek memakan waktu sekitar dua menit; versi lengkap sekitar lima menit. Tidak ada yang wajib di sini. Sholat sudah sempurna begitu Anda mengucapkan salam; dzikir ini adalah sunnah yang mengiringinya.
Urutan sekilas
| Langkah | Bacaan | Jumlah | Sumber |
|---|---|---|---|
| 1 | Astaghfirullah | 3 | Muslim 591 |
| 2 | Allahumma antas-salam... | 1 | Muslim 591 |
| 3 | La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah... Allahumma la mani'a... | 1 | al-Bukhari dan Muslim |
| 4 | Subhanallah / Alhamdulillah / Allahu akbar | 33 / 33 / 33 | Muslim 597, al-Bukhari 843 |
| 5 | La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah... (menggenapkan 100) | 1 | Muslim 597 |
| 6 | Ayat Kursi (Al-Qur'an 2:255) | 1 | an-Nasa'i, as-Sunan al-Kubra |
| 7 | Al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas | masing-masing 1 | Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i |
Langkah 1 sampai 3 dibaca langsung setelah salam, sebelum beranjak. Langkah 4 sampai 7 boleh diurutkan bebas; kebanyakan orang membaca tasbih dulu dan menutup dengan ayat Al-Qur'an.
Langkah 1: Istighfar, tiga kali
Astaghfirullah. (أستغفر الله)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."
Dibaca tiga kali, langsung setelah salam. Riwayat dalam Shahih Muslim (591) dari Tsauban menyebutkan bahwa ketika Rasulullah saw. selesai sholat, beliau beristighfar tiga kali lalu mengucapkan bacaan pada langkah 2. Sebagian orang menambahkan "al-'Azhim" (Yang Maha Agung) atau "wa atubu ilaih" (dan aku bertobat kepada-Nya); bentuk terpendek adalah yang tercatat dalam hadits.
Mengapa memohon ampun tepat setelah beribadah? Karena setiap sholat ada celahnya: pikiran yang melayang, rukuk yang tergesa. Istighfar mengisi celah itu sebelum Anda berdiri.
Langkah 2: Allahumma antas-salam
Allahumma antas-salam, wa minkas-salam, tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram. (اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام)
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah As-Salam (Yang Maha Sejahtera) dan dari-Mu segala kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan."
Dibaca sekali, dari hadits yang sama (Muslim 591). As-Salam adalah salah satu nama Allah: Anda baru saja menutup sholat dengan "assalamu'alaikum" kepada orang di sekitar, dan kini berpaling kepada sumber segala kesejahteraan.
Langkah 3: Pernyataan tauhid
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Allahumma la mani'a lima a'thaita, wa la mu'thiya lima mana'ta, wa la yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd.
Artinya: "Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau beri, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, dan kekayaan orang kaya tidak bermanfaat baginya di hadapan-Mu."
Diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari al-Mughirah bin Syu'bah, yang mempelajarinya dari Nabi saw. dan mengajarkannya dalam surat kepada Mu'awiyah. Dibaca sekali. Ini bacaan terpanjang di antara dzikir "segera", jadi hafalkan terakhir jika Anda menghafal rangkaian ini bertahap.
Langkah 4: Tasbih, tahmid, takbir (masing-masing 33)
- Subhanallah (سبحان الله): "Mahasuci Allah" (Dia bebas dari segala kekurangan). 33 kali.
- Alhamdulillah (الحمد لله): "Segala puji bagi Allah." 33 kali.
- Allahu akbar (الله أكبر): "Allah Mahabesar." 33 kali.
Dua riwayat terkenal mendasarinya. Dalam Shahih al-Bukhari (843) kaum Muhajirin yang miskin mengeluh bahwa orang kaya bisa bersedekah dan memerdekakan budak sedangkan mereka tidak; Nabi saw. mengajarkan mereka membaca tiga kalimat ini 33 kali setiap selesai sholat. Dalam Shahih Muslim (597) tiga kalimat itu diikuti satu tahlil (langkah 5) untuk menggenapkan seratus, dengan janji bahwa dosa-dosanya diampuni meski sebanyak buih di lautan.
Bacalah dengan tempo wajar; sembilan puluh sembilan kalimat memakan waktu sekitar satu setengah menit.
Hitungan shahih lainnya
| Versi | Hitungan | Diriwayatkan |
|---|---|---|
| Standar | 33 / 33 / 33 + tahlil | Muslim 597 |
| Takbir 34 | 33 / 33 / 34 | diriwayatkan Muslim |
| Pendek | 10 / 10 / 10 | diriwayatkan al-Bukhari |
| Empat kalimat | masing-masing 25, termasuk la ilaha illallah | diriwayatkan at-Tirmidzi dan an-Nasa'i |
Versi pendek 10/10/10 berguna saat Anda sholat di kantor atau sekolah dan hanya punya waktu semenit; lihat sholat di tempat kerja atau sekolah.
Langkah 5: Menggenapkan seratus
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.
Artinya: "Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Dibaca sekali setelah 99 kalimat pada langkah 4, sebagai yang keseratus (Muslim 597). Ini paruh pertama langkah 3 tanpa penutup "Allahumma la mani'a...".
Langkah 6: Ayat Kursi
Ayat Kursi adalah ayat 255 Surah al-Baqarah. Maknanya secara ringkas: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur; milik-Nya apa yang di langit dan di bumi; tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya; Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka; Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya; Dia Mahatinggi, Mahabesar.
Hadits dari Abu Umamah, dicatat an-Nasa'i dalam as-Sunan al-Kubra dan dinilai shahih oleh al-Albani, menyebutkan bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. Membacanya sekitar 30 detik. Jika belum hafal, bacalah dari mushaf atau ponsel dan hafalkan dalam sepekan.
Langkah 7: Tiga Qul
Surah al-Ikhlas (112), al-Falaq (113), dan an-Nas (114), masing-masing sekali. 'Uqbah bin 'Amir meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. memerintahkannya membaca tiga surah ini setiap selesai sholat; ini dicatat Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i. Setelah Subuh dan Maghrib banyak orang membaca masing-masing tiga kali, mengikuti riwayat dzikir pagi dan petang yang terpisah.
Maknanya dalam satu baris: al-Ikhlas menegaskan bahwa Allah Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya; al-Falaq memohon perlindungan kepada Tuhan yang menguasai subuh dari kejahatan makhluk, kegelapan malam, sihir, dan dengki; an-Nas memohon perlindungan kepada Tuhan manusia dari bisikan setan.
Berapa lama waktunya?
| Rangkaian | Langkah | Waktu |
|---|---|---|
| Minimal | 1, 2 | sekitar 20 detik |
| Pendek | 1, 2, 3, 4 (10/10/10), 6 | sekitar 2 menit |
| Lengkap | 1 sampai 7 | sekitar 5 menit |
Lima sholat kali lima menit adalah 25 menit sehari. Jika terasa banyak, mulailah dengan rangkaian minimal setiap selesai sholat dan rangkaian lengkap setelah Subuh dan Maghrib, saat kebanyakan orang memang sudah duduk untuk dzikir pagi dan petang. Halaman jadwal sholat menunjukkan kapan Anda punya jeda longgar sebelum sholat berikutnya.
Menghitung dengan jari
'Abdullah bin 'Amr meriwayatkan bahwa ia melihat Nabi saw. menghitung tasbih dengan tangan kanannya (Abu Dawud 1502). Cara paling sederhana: setiap jari punya tiga ruas; sentuh setiap ruas dengan ibu jari, sehingga tiga jari memberi sembilan, empat jari dua belas, dan seterusnya. Tiga putaran sebelas ruas, atau menghitung sampai 33 dengan dua kali putaran empat jari dan sekali putaran tiga jari, keduanya bisa. Kebanyakan orang menemukan polanya dalam beberapa hari.
Tasbih manik dan penghitung di ponsel juga banyak dipakai; artikel menghitung tasbih membandingkan pilihannya. Apa pun yang Anda pakai, tujuannya agar hitungan berjalan di latar belakang dan bacaannya tetap di depan.
Menjaga hati tetap hadir
Al-Qur'an menggambarkan orang beriman sebagai mereka yang banyak mengingat Allah (33:41) dan yang hatinya menjadi tenteram dengan mengingat-Nya (13:28). Sangat mungkin membaca seratus kalimat sambil memikirkan makan siang. Tiga kebiasaan membantu:
- Pahami artinya. Anda tidak bisa hadir pada kata-kata yang tidak Anda mengerti. Pelajari arti setiap baris di atas sebelum menghafal bahasa Arabnya.
- Tetap duduk. Berdiri, mencari sandal, dan mengecek ponsel semuanya menarik perhatian. Beri dzikir ini dua sampai lima menitnya sendiri di tempat yang sama.
- Perlambat sedikit. Hitungan 33 adalah bagian yang paling sering tergesa. Mengucapkan setiap kalimat sebagai kalimat, bukan sekadar suku kata, membuat perbedaan nyata.
Jika Anda kesulitan berkonsentrasi di dalam sholat itu sendiri, khusyuk dalam sholat membahasnya tersendiri.
Rencana sepekan menghafal rangkaian ini
| Hari | Hafalkan |
|---|---|
| 1 | Langkah 1 dan 2 (istighfar dan Allahumma antas-salam) |
| 2 | Langkah 4 dan 5 (tasbih 33 dan tahlil) |
| 3 | Langkah 7 (tiga Qul mungkin sudah Anda hafal) |
| 4 dan 5 | Langkah 6, Ayat Kursi, beberapa kata setiap kali |
| 6 dan 7 | Langkah 3, doa tauhid yang panjang |
Di akhir pekan Anda sudah menguasai seluruh rangkaian; simpan kartu cetakan di sudut sholat Anda sampai benar-benar hafal. Al-Qur'an menyebut sholat sebagai kewajiban yang ditentukan waktunya (4:103); dzikir ini memberi kelima waktu itu pendaratan yang lembut, bukan akhir yang mendadak. Panduan konsisten sholat lima waktu menunjukkan bagaimana rutinitas kecil yang tetap seperti ini membuat sholat itu sendiri lebih mudah dijaga.
Alat yang berguna
Tanya jawab
Apakah semua dzikir ini harus dibaca setiap selesai sholat?
Tidak. Hukumnya sunnah, bukan wajib. Sholat sudah sempurna tanpa dzikir ini. Banyak orang membaca rangkaian pendek setiap selesai sholat dan rangkaian lengkap saat ada waktu, misalnya setelah Subuh dan Maghrib.
Dibaca dengan suara keras atau pelan?
Keduanya boleh. Di sebagian masjid sebagian dzikir dibaca bersama-sama setelah salam imam; di masjid lain setiap orang membacanya sendiri dengan pelan. Ikuti kebiasaan masjid Anda, dan jaga suara agar tidak mengganggu orang yang masih sholat.
Bolehkah berdzikir sambil berjalan keluar masjid?
Boleh, tetapi riwayat-riwayat menggambarkan Nabi saw. tetap di tempatnya setelah salam. Duduk beberapa menit juga membantu Anda membacanya dengan penuh perhatian, bukan sekadar kebiasaan.
Apakah 33/33/33 satu-satunya hitungan?
Tidak. Riwayat shahih lain menyebut 33/33/34, atau 10/10/10, atau 25 kali masing-masing termasuk la ilaha illallah. Semuanya mengikuti sunnah; 33/33/33 ditambah tahlil hingga genap 100 adalah yang paling banyak diamalkan.
Bagaimana jika saya lupa sebagian atau salah hitung?
Tidak ada yang harus diganti. Lanjutkan dari perkiraan Anda, atau teruskan saja. Intinya mengingat Allah, bukan hitungan yang persis. Menghitung dengan jari tangan kanan membantu menjaga hitungan.
Bagaimana dengan dzikir setelah sholat sunnah?
Urutan di bawah ini diriwayatkan setelah sholat fardhu. Setelah sholat sunnah orang biasanya membaca istighfar singkat atau tidak ada dzikir khusus.
Sumber
- Al-Qur'an 4:103; 33:41-42; 13:28
- Shahih Muslim 591 (istighfar tiga kali dan Allahumma antas-salam)
- Shahih Muslim 597; Shahih al-Bukhari 843 (tasbih, tahmid, takbir masing-masing 33 kali)
- La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah setelah salam: diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim
- Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu: an-Nasa'i, as-Sunan al-Kubra (dinilai shahih oleh al-Albani)
- Tiga Qul setelah setiap sholat: diriwayatkan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i
- Sunan Abu Dawud 1502 (menghitung tasbih dengan jari tangan kanan)