Bacaan Sholat Lengkap: Lafal, Transliterasi, dan Artinya

Semua bacaan dalam sholat dengan transliterasi dan arti: al-Fatihah, tiga surah pendek, bacaan rukuk dan sujud, tasyahud, shalawat, serta urutan belajarnya.

Tata cara sholatDiperbarui 21 Oktober 20265 menit baca

Panduan ini menjelaskan pandangan dan sumber yang umum. Ini bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ustaz atau imam yang Anda percaya.

Sholat memakai kosakata yang kecil: sekitar selusin kalimat, satu surah Al-Qur'an, dan beberapa surah pendek. Halaman ini memuat semuanya dengan transliterasi dan arti, sesuai urutan dalam sholat, disusul rencana belajar bertahap. Untuk gerakannya, lihat tata cara sholat.

Catatan transliterasi: ' menandai huruf Arab 'ain (bunyi dalam dari tenggorokan); dh seperti "th" dalam bahasa Inggris "this"; kh seperti "kh" pada kata "khusus". Mendengarkan rekaman apa pun sambil membaca memperbaiki lafal lebih cepat daripada ejaan apa pun.

1. Pembukaan

Allahu akbar. "Allah Maha Besar." Diucapkan di awal, dan pada setiap perpindahan gerakan.

Subhanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta'ala jadduka, wa la ilaha ghayruk. "Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu; berkahlah nama-Mu, luhurlah keagungan-Mu, dan tiada tuhan selain Engkau." (Dianjurkan, hanya pada rakaat pertama. Mazhab Syafi'i dan Maliki umumnya memakai doa pembukaan lain yang diriwayatkan, atau tidak membaca sama sekali dalam mazhab Maliki.)

A'udhu billahi minash-shaytanir-rajim. "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Bismillahir-Rahmanir-Rahim. "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." (Hanafi dan Hanbali membacanya pelan; Syafi'i membacanya keras sebagai ayat pertama al-Fatihah; Maliki biasanya tidak membacanya dalam sholat wajib.)

2. Al-Fatihah (wajib di setiap rakaat, al-Bukhari 756)

  1. Alhamdu lillahi Rabbil-'alamin. "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
  2. Ar-Rahmanir-Rahim. "Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."
  3. Maliki yawmid-din. "Pemilik hari pembalasan."
  4. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. "Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan."
  5. Ihdinas-siratal-mustaqim. "Tunjukilah kami jalan yang lurus."
  6. Siratal-ladhina an'amta 'alayhim, "(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat,"
  7. ghayril-maghdubi 'alayhim wa lad-dallin. "bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

Amin. "Ya Allah, kabulkanlah." Uraian lebih dalam ada di memahami al-Fatihah.

3. Tiga surah pendek setelah al-Fatihah

Dibaca pada dua rakaat pertama tiap sholat. Hafalkan satu, lalu berikutnya.

Al-Ikhlas (112), 4 ayat

Qul huwallahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad. "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

Al-Kautsar (108), 3 ayat

Inna a'taynakal-kawthar. Fasalli li-Rabbika wanhar. Inna shani'aka huwal-abtar. "Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka sholatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus."

Al-'Ashr (103), 3 ayat

Wal-'asr. Innal-insana lafi khusr. Illal-ladhina amanu wa 'amilus-salihati wa tawasaw bil-haqqi wa tawasaw bis-sabr. "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran."

Tambahan berikutnya yang sama pendeknya: al-Falaq (113), an-Nas (114), an-Nashr (110), al-Fil (105), Quraisy (106). Lihat dasar-dasar Al-Qur'an untuk susunan surahnya.

4. Rukuk

Subhana Rabbiyal-'Azim. "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung." Tiga kali adalah kebiasaan umum; sekali adalah batas minimum menurut kebanyakan pendapat.

Bangkit: Sami'a Allahu liman hamidah. "Allah mendengar orang yang memuji-Nya." Lalu berdiri tegak: Rabbana wa lakal-hamd. "Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji." Sebagian menambahkan hamdan kathiran tayyiban mubarakan fih ("pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah").

5. Sujud

Subhana Rabbiyal-A'la. "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi." Tiga kali.

Duduk di antara dua sujud: Rabbighfir li. "Tuhanku, ampunilah aku." Bentuk yang lebih panjang yang diriwayatkan: Rabbighfir li, warhamni, wahdini, wa 'afini, warzuqni ("ampunilah aku, rahmatilah aku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan berilah aku rezeki").

6. Tasyahud (duduk)

At-tahiyyatu lillahi was-salawatu wat-tayyibat. "Segala penghormatan, sholat, dan kebaikan adalah milik Allah." As-salamu 'alayka ayyuhan-Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. "Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, juga rahmat Allah dan berkah-Nya." As-salamu 'alayna wa 'ala 'ibadillahis-salihin. "Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh." Ash-hadu an la ilaha illallah, wa ash-hadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Ini versi yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud dalam al-Bukhari dan Muslim, dipakai mazhab Hanafi dan Hanbali. Mazhab Syafi'i memakai versi dari Ibnu Abbas (Muslim), yang diawali "At-tahiyyatul-mubarakatus-salawatut-tayyibatu lillah"; mazhab Maliki memakai versi yang diriwayatkan dari Umar. Maknanya sama. Di Indonesia, yang paling lazim dipakai adalah versi mazhab Syafi'i.

7. Shalawat (hanya pada duduk akhir)

Allahumma salli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama sallayta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid. "Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim; sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim; sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Lalu doa pilihan Anda, misalnya Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'adhaban-nar (Al-Qur'an 2:201: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka").

8. Penutup

As-salamu 'alaykum wa rahmatullah. "Salam sejahtera atas kalian dan rahmat Allah." Ke kanan, lalu ke kiri. Bacaan sesudah sholat ada di dzikir setelah sholat.

Belajar bertahap

Tahap Dipelajari Waktu bagi kebanyakan orang
1 Allahu akbar; Subhana Rabbiyal-'Azim; Sami'a Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal-hamd; Subhana Rabbiyal-A'la; Rabbighfir li; salam 1–2 hari
2 Al-Fatihah, satu ayat sehari 1 pekan
3 Al-Ikhlas; tasyahud 1 pekan
4 Shalawat; doa pembukaan; al-Kautsar dan al-'Ashr 2 pekan

Pada tahap 1 Anda sudah bisa sholat dengan sah menurut pendapat Hanafi dengan membaca Al-Qur'an apa pun yang Anda tahu, dan menurut semua pendapat Anda sedang mengerjakan apa yang Anda mampu. Kerjakan setiap sholat pada waktunya selagi belajar; kata-kata akan mantap lewat pengulangan jauh lebih cepat daripada lewat belajar saja. Mualaf mungkin ingin membaca juga langkah pertama sholat.

Alat yang berguna

Tanya jawab

Bolehkah membaca dari kartu saat sholat selagi belajar?

Banyak ulama membolehkan melirik kartu atau layar ponsel yang diletakkan di sajadah selagi belajar, terutama bagi mualaf; sebagian lain lebih suka hanya membaca yang sudah dihafal. Usahakan gerakan seminimal mungkin dan singkirkan kartu secepatnya.

Bolehkah sholat dengan bahasa Indonesia?

Menurut pendapat jumhur, bacaan Al-Qur'an dalam sholat harus berbahasa Arab; lafal tasbih juga sebaiknya dipelajari dalam bahasa Arab. Selagi belajar, ucapkan yang Anda bisa dalam bahasa Arab dan pujilah Allah dengan bahasa Anda sendiri untuk sisanya. Ulama Hanafi membolehkan bacaan non-Arab hanya bagi orang yang benar-benar tidak mampu melafalkan bahasa Arab, sampai ia belajar.

Surah apa yang paling baik setelah al-Fatihah?

Bagian mana pun dari Al-Qur'an sah, bahkan tiga ayat pendek. Al-Ikhlas, al-Kautsar, dan al-'Ashr paling mudah dipelajari. Nabi saw. membaca bagian panjang dan pendek tergantung sholatnya.

Apakah surah dibaca pada rakaat ketiga dan keempat?

Tidak. Hanya al-Fatihah pada rakaat ketiga dan keempat sholat Dzuhur, Ashar, dan Isya, serta pada rakaat ketiga Maghrib (mazhab Syafi'i menganggap menambah surah di sana boleh tetapi bukan kebiasaan).

Sumber

  • Shahih al-Bukhari 756 (tidak ada sholat tanpa al-Fatihah)
  • Shahih al-Bukhari; Shahih Muslim (tasyahud sebagaimana diajarkan Nabi saw.; bacaan rukuk dan sujud)
  • Al-Qur'an 1; 112; 108; 103

Bantu kami menjadi lebih baik

Bagikan Salah Table kepada orang yang membutuhkannya. Kami tidak menerima donasi dan tidak menayangkan iklan.

Mohon sertakan nama kota, tanggal, metode yang tampil di halaman, dan waktu menurut jadwal masjid Anda.