Qadha Sholat: Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal

Rencana praktis mengqadha sholat: kesiangan, menghitung dan mencatat sholat yang tertinggal bertahun-tahun, urutan mengqadha, dan siapa yang dikecualikan.

Tata cara sholatDiperbarui 21 Oktober 20264 menit baca

Panduan ini menjelaskan pandangan dan sumber yang umum. Ini bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ustaz atau imam yang Anda percaya.

Qadha berarti mengerjakan sholat fardhu setelah waktunya lewat. Setiap orang pernah melewatkan sholat: alarm yang tidak berbunyi, ujian, jaga malam di rumah sakit. Sebagian orang punya utang bertahun-tahun. Panduan ini membahas keduanya, dengan rencana yang benar-benar bisa dijalankan.

Aturan dasarnya

Nabi saw. bersabda: siapa yang lupa sholat, kerjakanlah ketika ia teringat, dan tidak ada kafarat untuknya selain itu (al-Bukhari 597 / Muslim 684). Dua hal mengikutinya:

  1. Sholat yang tertinggal tidak gugur; tetap menjadi utang.
  2. Cara melunasinya cukup dengan mengerjakannya, sesegera mungkin yang wajar.

Siapa yang tertidur melewati waktu sholat atau benar-benar lupa tidak berdosa atas keterlambatannya. Siapa yang sengaja meninggalkannya harus bertobat dan, menurut mayoritas, mengqadhanya juga.

Sholat yang tertinggal hari ini

  • Kerjakan segera ketika teringat atau bangun, sebelum sholat berikutnya jika mungkin. Jika Anda kesiangan Subuh dan bangun pukul 8:30, sholat Subuh pukul 8:30.
  • Urutan. Mayoritas lebih suka mengerjakan sholat yang tertinggal sebelum sholat yang sedang berlangsung, selama waktu sholat yang berlangsung belum hampir habis. Contoh: Anda teringat pukul 15:30 (waktu Ashar) bahwa belum sholat Dzuhur. Sholat Dzuhur dulu, lalu Ashar. Jika waktu Ashar tinggal sepuluh menit, sholat Ashar dulu, lalu Dzuhur. Hanafi memandang urutan ini wajib untuk sampai lima sholat yang tertinggal; Syafi'i memandangnya sunnah.
  • Bentuk yang sama. Qadha dikerjakan dalam bentuk saat sholat itu wajib: Isya empat rakaat diqadha empat rakaat, sholat jahr boleh dibaca keras.
  • Musafir. Sholat yang tertinggal saat safar diqadha dua rakaat menurut Hanafi; menurut mayoritas bergantung pada tempat Anda mengqadhanya.

Siapa yang tidak wajib mengqadha

  • Perempuan saat haid atau nifas. Sholat pada hari-hari itu tidak dikerjakan dan tidak diqadha; puasanya yang diqadha (Muslim 335). Lihat perempuan dan sholat.
  • Orang yang tidak sadarkan diri dalam waktu lama (pendapat berbeda soal lamanya; Hanafi: lebih dari lima sholat; mazhab lain berbeda).
  • Orang yang belum Muslim pada saat itu; sholat sebelum masuk Islam tidak menjadi utang.
  • Anak-anak sebelum balig.

Sholat tertinggal bertahun-tahun: rencana yang berhasil

Banyak orang berhenti sholat pada usia remaja dan kembali kemudian. Menghitung utangnya bisa terasa menghimpit; Al-Qur'an mengingatkan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya (2:286). Inilah cara yang dipakai di banyak komunitas.

Langkah 1: Perkirakan jumlahnya

Tuliskan tahun-tahunnya, kalikan, dan bersikaplah adil kepada diri sendiri. Contoh:

Butir Angka
Balig 14
Mulai rutin sholat 26
Selisih tahun 12
Sholat per tahun 5 x 365 = 1.825
Total 21.900
Dikerjakan dalam rentang itu (perkiraan: Jumat dan Ramadhan, sekitar 10%) dikurangi 2.190
Utang sekitar 19.700, atau kira-kira 3.940 untuk setiap sholat

Hanafi menambahkan witir ke daftar; mazhab lain tidak.

Langkah 2: Tentukan jatah harian

Cara paling praktis, yang dipakai lintas mazhab, adalah satu sholat tambahan setelah setiap sholat harian: setelah sholat Subuh, kerjakan satu Subuh yang tertinggal; setelah Dzuhur, satu Dzuhur yang tertinggal, dan seterusnya. Ini menambah sekitar 15 menit sehari dan melunasi satu hari penuh sholat yang tertinggal setiap hari.

  • Utang 19.700 dengan 5 per hari = sekitar 10,8 tahun.
  • Menggandakan menjadi dua set per hari (Subuh dan Isya adalah waktu yang mudah) memangkasnya menjadi 5,4 tahun.
  • Banyak orang menambah pada hari Jumat, hari libur, dan bulan Ramadhan.

Ulama dari semua mazhab menegaskan bahwa orang dengan tumpukan utang besar juga tidak boleh meninggalkan sholat sunnah sama sekali, tetapi boleh memprioritaskan qadha; Hanafi secara khusus menyarankan mengganti sunnah ghairu muakkadah dengan qadha sambil tetap menjaga yang muakkadah.

Langkah 3: Catat

Gunakan tabel sederhana: lima kolom (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya), satu baris per 100. Centang satu kotak setiap satu set selesai. Spreadsheet, buku catatan di samping sajadah, atau aplikasi pelacak sholat semuanya bisa; satu-satunya syarat adalah catatan itu tetap ada ketika Anda ganti ponsel. Hitung mundur, bukan maju, supaya garis finisnya terlihat.

Langkah 4: Jaga lima sholat harian tetap utuh

Qadha tidak pernah menggantikan sholat hari ini. Inti dari istiqamah dalam sholat lima waktu adalah agar tumpukan utang berhenti bertambah. Pasang pengingat untuk lima waktu yang sudah ditetapkan (Al-Qur'an 4:103) dan perlakukan qadha sebagai tambahannya.

Urutan di antara sholat lama yang tertinggal

Untuk tumpukan yang besar, urutan yang persis tidak disyaratkan mazhab mana pun; niatkan "Subuh pertama yang menjadi utang saya" (atau "yang terakhir") setiap kali, dan niat itu mencakup yang mana pun. Untuk beberapa sholat yang baru saja tertinggal, Hanafi dan Maliki mengutamakan menjaga urutan; Syafi'i dan Hanbali menganjurkannya.

Kapan mengerjakan qadha

  • Syafi'i, Maliki, Hanbali: kapan saja, termasuk saat matahari terbit, tepat di atas kepala, dan terbenam.
  • Hanafi: hindari tiga waktu yang dimakruhkan (Muslim 831); lihat waktu-waktu terlarang untuk sholat. Praktisnya: tidak dalam 15–20 menit setelah matahari terbit, tidak dalam beberapa menit sekitar tengah hari, tidak dalam 15–20 menit sebelum Maghrib. Halaman jadwal sholat menampilkan waktu terbit dan Dzuhur, yang menandai rentang-rentang itu.

Sholat yang sengaja ditinggalkan: pendapat-pendapatnya

  • Empat mazhab Sunni (mayoritas): bertobat dan mengqadha setiap sholat; kewajiban itu tidak gugur seiring waktu.
  • Pendapat minoritas (dipegang sebagian ulama awal dan sebagian ulama belakangan): sholat yang sengaja ditinggalkan tidak bisa "diqadha" dalam arti teknis; orang tersebut bertobat dengan tulus dan memperbanyak sholat sunnah serta amal baik.

Kedua pendapat sepakat soal tobat dan soal memulai sholat lima waktu hari ini. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ustaz atau imam yang Anda percaya, dan jangan biarkan pertanyaan tentang masa lalu menunda sholat yang sudah masuk waktunya sekarang.

Alat yang berguna

Tanya jawab

Saya kesiangan dan bangun setelah matahari terbit. Apakah Subuh saya hangus?

Tidak. Kerjakan begitu Anda bangun, meski matahari sudah terbit. Nabi saw. dan para sahabat pernah ketiduran dalam perjalanan dan sholat Subuh ketika bangun; inilah dasar aturan mengerjakan sholat yang terlupa ketika teringat.

Saya tidak sholat bertahun-tahun. Apakah semuanya benar-benar harus diqadha?

Mayoritas ulama dari empat mazhab menjawab ya, secara bertahap, disertai tobat yang tulus. Sebagian kecil ulama berpendapat sholat yang sengaja ditinggalkan tidak diqadha, melainkan diganti dengan tobat dan memperbanyak sholat sunnah. Apa pun pendapatnya, langkah pertamanya sama: mulai sholat lima waktu sekarang, lalu tanyakan kepada ustaz yang Anda percaya tentang masa lalu.

Apakah sholat sunnah juga diqadha?

Tidak. Hanya sholat fardhu (dan witir menurut mazhab Hanafi) yang diqadha. Sholat sunnah rawatib yang terlewat tidak menjadi utang.

Bolehkah sholat qadha kapan saja?

Sholat fardhu yang tertinggal boleh diqadha kapan saja menurut Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, termasuk pada waktu-waktu yang dimakruhkan. Hanafi menghindari tiga waktu: matahari terbit, tepat di atas kepala, dan terbenam.

Bagaimana memperkirakan jumlahnya kalau saya tidak ingat?

Perkirakan dengan hati-hati dan tuliskan angkanya. Misalnya: mulai rutin sholat pada usia 25, balig pada 13, sholat kira-kira sepertiga dari waktu itu, jadi 12 tahun x 365 x 5 x dua pertiga, sekitar 14.600 sholat. Lalu kurangi hitungannya seiring berjalan.

Sumber

  • Shahih al-Bukhari 597; Shahih Muslim 684 (kerjakan sholat yang terlupa ketika teringat)
  • Shahih Muslim 335 (mengqadha puasa, bukan sholat, setelah haid)
  • Al-Qur'an 4:103; 2:286

Bantu kami menjadi lebih baik

Bagikan Salah Table kepada orang yang membutuhkannya. Kami tidak menerima donasi dan tidak menayangkan iklan.

Mohon sertakan nama kota, tanggal, metode yang tampil di halaman, dan waktu menurut jadwal masjid Anda.