Sunnah Berbuka Puasa: Kurma, Doa, dan Tata Caranya

Cara Nabi saw. berbuka: menyegerakan buka saat Maghrib, kurma atau air, doa berbuka puasa, sholat Maghrib, makan secukupnya, dan memberi makan orang berpuasa.

Ramadhan 2027Diperbarui 22 Oktober 20264 menit baca

Panduan ini menjelaskan pandangan dan sumber yang umum. Ini bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ustaz atau imam yang Anda percaya.

Buka puasa adalah hidangan yang mengakhiri puasa saat matahari terbenam. Ia juga salah satu sunnah yang paling jelas gambarannya sepanjang bulan ini: Nabi saw. berbuka pada saat tertentu, dengan makanan tertentu, membaca doa tertentu, lalu sholat. Mengikuti urutan itu mudah dan tidak memerlukan biaya apa pun. Panduan ini menguraikannya langkah demi langkah dengan waktu untuk 2027.

1. Berbuka begitu matahari terbenam

Nabi saw. bersabda bahwa manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (Shahih al-Bukhari 1957; Shahih Muslim 1098). Puasa berakhir ketika piringan matahari hilang di bawah ufuk, yaitu waktu Maghrib di jadwal Anda. Tidak ada keutamaan menunggu sampai langit gelap.

Praktisnya: siapkan kurma dan air di meja lima menit lebih awal, perhatikan jam, dan makan pada menit yang tercetak. Jika Anda di masjid, berbukalah saat azan. Jika sedang menyetir atau di kantor, sebutir kurma dan seteguk air pada menit yang tepat sudah terhitung berbuka; makan besarnya bisa menyusul.

Jadwal imsakiyah Ramadhan memberikan waktu Maghrib untuk kota Anda. Pada 8 Februari 2027 Maghrib di Jakarta diperkirakan pukul 18:20 (metode Kemenag), di Makkah 18:14, di Istanbul 18:36 (Diyanet), dan di London 17:01. Pada 8 Maret waktunya menjadi 18:12 di Jakarta, 18:27 di Makkah, 19:02 di Istanbul, dan 17:51 di London. Lihat waktu sahur dan buka puasa tentang cara menitnya dihitung.

2. Kurma, atau air

Anas meriwayatkan bahwa Nabi saw. berbuka dengan ruthab sebelum sholat; jika tidak ada, dengan tamr; jika tidak ada, beliau meneguk air beberapa kali (Sunan Abu Dawud 2356; Jami' at-Tirmidzi 696).

Jadi urutan yang diutamakan:

  1. Ruthab (kurma segar), jika Anda bisa mendapatkannya.
  2. Tamr (kurma kering), kurma biasa yang dijual di toko.
  3. Air.

Kurma dalam jumlah ganjil (satu, tiga, lima) adalah kebiasaan yang tersebar luas berdasarkan praktik umum Nabi saw. dengan kurma pada hari Id; ini tidak diwajibkan. Tiga butir kurma dan segelas air adalah buka puasa khas yang mengikuti sunnah dan kebetulan juga yang dianjurkan ahli gizi: gula cepat, cairan, lalu jeda sebelum makan besar. Takjil tradisional seperti kolak atau es buah boleh saja, tetapi sebaiknya setelah kurma dan air, bukan menggantikannya.

3. Membaca doa

Setelah berbuka, Nabi saw. membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabazh zhama'u, wabtallatil 'uruqu, wa tsabatal ajru insya Allah. "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah." (Sunan Abu Dawud 2357, dinilai hasan)

Perhatikan bahwa doa ini dibaca setelah teguk pertama, bukan sebelumnya: dahaga "telah hilang". Sebelum makan, ucapkan "Bismillah" seperti makan biasa. Lafaz lain yang umum dibaca di Indonesia, "Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu" (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka), diriwayatkan Abu Dawud dengan sanad yang lemah; banyak ulama membolehkannya sebagai doa umum. Keduanya boleh; yang pertama lebih kuat riwayatnya.

Lalu berdoalah dengan kata-kata sendiri. Saat berbuka adalah waktu doa dikabulkan (diriwayatkan Ibnu Majah dan lainnya). Siapkan daftar pendek: ampunan, keluarga, yang sakit, kebutuhan tertentu. Selengkapnya di doa-doa Ramadhan.

4. Sholat Maghrib

Setelah berbuka ringan, sholat Maghrib, di masjid jika bisa. Waktu Maghrib pendek, sehingga urutan sunnah (kurma, sholat, makan) memastikan sholat tidak tertunda oleh makan malam yang panjang. Jika makan besar sudah terhidang dan lapar akan mengganggu kekhusyukan, Nabi saw. bersabda tidak ada sholat ketika makanan sudah dihidangkan (Shahih Muslim 560); dalam keadaan itu makanlah dengan tenang, lalu sholat dalam waktunya.

5. Makan besar, secukupnya

Al-Qur'an menyatakan, dalam maknanya, makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan (7:31). Setelah seharian berpuasa, lambung mengecil; makan banyak dan berminyak dengan terburu-buru membuat badan berat saat tarawih dan tidur tidak nyenyak. Pola sederhananya:

  • Kurma dan air saat Maghrib.
  • Sholat.
  • Sup atau hidangan pembuka ringan, lalu piring seimbang: sayur, protein, nasi atau roti secukupnya.
  • Minum air sepanjang malam, bukan satu liter sekaligus.
  • Buah atau sedikit makanan manis setelah tarawih jika ingin.

NHS (layanan kesehatan Inggris) menyarankan orang yang berpuasa berbuka dengan cairan dan makanan yang melepaskan energi perlahan serta menghindari gorengan dan makanan manis berlebihan; lihat sahur yang sehat untuk ujung hari yang satunya.

6. Memberi makan orang lain

Siapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa mendapat pahala seperti pahalanya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu (Jami' at-Tirmidzi 807). Inilah sebabnya masjid-masjid menyiapkan ratusan porsi takjil, keluarga mengundang tetangga, dan orang-orang membagikan kurma di lampu merah. Anda tidak harus mengadakan buka bersama: sekotak kurma untuk masjid, sebungkus makanan untuk anak kos, atau menyumbang ke program buka puasa sebuah lembaga, semuanya terhitung. Untuk tata cara praktisnya, lihat mengadakan buka bersama.

Berbuka di masjid atau acara buka bersama

  • Datang 15 menit sebelum Maghrib; cari kurma dan air lebih dulu.
  • Berbuka saat azan, baca doa, sholat Maghrib berjamaah.
  • Makan, lalu bantu membereskan. Sisakan waktu untuk Isya dan tarawih.

Catatan tentang praktik Ja'fari (Syiah)

Fikih Ja'fari menempatkan Maghrib ketika kemerahan telah hilang dari langit timur, biasanya 10 sampai 20 menit setelah matahari terbenam, sehingga buka puasanya pun lebih lambat. Jadwal yang dihitung dengan metode Tehran atau Qum sudah memasukkan ini. Jika komunitas Anda mengikutinya, berbukalah pada waktu Maghrib yang mereka tetapkan.

Perkiraan tanggal bulan ini, termasuk buka puasa pertama pada Senin, 8 Februari 2027, ada di Ramadhan 2027. Tanggal-tanggal ini perkiraan; tanggal sebenarnya di negara Anda bergantung pada rukyatul hilal atau keputusan otoritas setempat dan bisa berbeda sehari.

Alat yang berguna

Tanya jawab

Apa doa berbuka puasa?

Setelah berbuka Nabi saw. membaca: Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah) (Sunan Abu Dawud 2357, dinilai hasan). Doa dengan kata-kata sendiri juga diterima; doa orang yang berpuasa saat berbuka dikabulkan.

Sholat Maghrib dulu atau makan dulu?

Berbuka dulu dengan kurma dan air, lalu sholat Maghrib, baru makan besar. Inilah urutan yang dianjurkan kebanyakan ulama. Jika makanan sudah terhidang dan Anda begitu lapar sampai tidak khusyuk, makan dulu diperbolehkan.

Bagaimana kalau tidak ada kurma?

Berbukalah dengan air. Nabi saw. berbuka dengan ruthab (kurma segar), jika tidak ada dengan tamr (kurma kering), jika tidak ada dengan beberapa teguk air (Sunan Abu Dawud 2356; Jami' at-Tirmidzi 696).

Adakah pahala memberi makan orang berbuka?

Ada. Siapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa mendapat pahala seperti pahalanya, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun (Jami' at-Tirmidzi 807). Berlaku untuk sebutir kurma dan segelas air, sama seperti untuk hidangan lengkap.

Perlukah menunggu beberapa menit setelah Maghrib supaya yakin?

Tidak. Sunnahnya menyegerakan berbuka begitu matahari terbenam. Waktu Maghrib di jadwal sudah menandai terbenamnya matahari; jadwal masjid dan Kemenag biasanya sudah menambahkan dua atau tiga menit ihtiyat. Menunggu lebih lama bertentangan dengan sunnah menyegerakan.

Sumber

  • Shahih al-Bukhari 1957; Shahih Muslim 1098 (manusia senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka)
  • Sunan Abu Dawud 2356; Jami' at-Tirmidzi 696 (ruthab, tamr, atau air)
  • Sunan Abu Dawud 2357 (doa: dzahabazh zhama'u, dinilai hasan)
  • Jami' at-Tirmidzi 807 (memberi makan orang yang berpuasa)
  • Al-Qur'an 7:31 (makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan)

Bantu kami menjadi lebih baik

Bagikan Salah Table kepada orang yang membutuhkannya. Kami tidak menerima donasi dan tidak menayangkan iklan.

Mohon sertakan nama kota, tanggal, metode yang tampil di halaman, dan waktu menurut jadwal masjid Anda.