Jadwal Sholat Masjid dan Aplikasi: Mengapa Berbeda

Azan dan iqamah, metode perhitungan, aturan Ashar, menit ihtiyat, pembulatan, dan waktu tetap musim panas: mengapa jadwal masjid dan aplikasi Anda tidak sama.

Jadwal sholatDiperbarui 22 Oktober 20265 menit baca

Ponsel Anda bilang Maghrib 18:17; lembar di papan pengumuman masjid bilang 18:20. Ponsel Anda bilang Ashar 15:24; masjid bilang 16:30. Tidak ada yang rusak, tidak ada yang salah, dan perbedaannya punya penjelasan yang biasa. Berikut enam sebab yang mencakup hampir semua kasus, dalam urutan yang layak diperiksa.

1. Waktu azan dan waktu iqamah

Ini sebab terbesar dan paling mudah terlewat. Jadwal masjid sering punya dua kolom untuk setiap sholat:

  • Azan (kadang "Masuk" atau "Awal waktu"): saat waktu sholat masuk. Inilah angka yang dihitung aplikasi.
  • Iqamah (kadang "Jamaah" atau "Sholat"): saat jamaah berdiri. Masjid yang menentukannya, biasanya 10 sampai 30 menit setelah azan untuk Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Isya, dan 3 sampai 5 menit setelahnya untuk Maghrib.

Sebagian papan pengumuman hanya mencetak kolom iqamah. Jika "Subuh" di masjid 25 menit setelah Subuh di aplikasi Anda, hampir pasti Anda sedang melihat iqamah. Waktunya sendiri sudah masuk pada saat yang lebih awal, dan sholat di rumah saat itu tidak masalah. Sholat berjamaah pahalanya 27 derajat (al-Bukhari 645; Muslim 650), jadi jika Anda berencana hadir, iqamah-lah angka yang perlu dicatat.

Banyak masjid juga menetapkan iqamah tetap selama sebulan penuh agar mudah diingat, dan menyesuaikan azan setiap hari. Itu membuat jaraknya melebar dan menyempit sepanjang bulan.

2. Metode perhitungan yang berbeda

Terbit, Dzuhur, dan Maghrib datang langsung dari matahari dan sama di mana pun. Subuh dan Isya bergantung pada sudut yang dipilih. Subuh 18° (Muslim World League) sekitar 19 menit lebih awal daripada Subuh 15° (ISNA) di London pada Februari, dan selisihnya melebar pada musim panas. Di Jakarta Subuh 20° Kemenag sekitar lima menit lebih awal daripada 18°, dan selisih 18° dengan 15° sekitar tiga belas menit. Isya bergerak ke arah sebaliknya.

Tanyakan ke masjid metode apa yang dipakai, atau bandingkan Subuhnya dengan alat jadwal sholat pada berbagai metode sampai ada yang cocok. Artikel metode perhitungan mendaftar apa yang dipakai otoritas tiap negara.

3. Ashar standar dan Ashar Hanafi

Jika hanya Ashar yang berbeda, dan selisihnya 30 sampai 80 menit, masjid itu memakai aturan bayangan yang lain. Masjid Hanafi mencetak Ashar dua bayangan; kebanyakan yang lain, termasuk jadwal Kemenag, mencetak Ashar satu bayangan. Sebagian masjid dengan jamaah campuran mencetak azan yang lebih awal dan menggelar iqamah setelah waktu yang lebih lambat agar semua bisa ikut. Artikel Ashar memuat tabel selisihnya per kota dan musim.

4. Menit ihtiyat

Banyak otoritas menambahkan margin pengaman pada saat astronomis: biasanya 1 sampai 3 menit lebih lambat untuk Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, dan 1 sampai 2 menit lebih awal untuk terbit. Kemenag di Indonesia dan JAKIM di Malaysia memasukkannya ke dalam metode nasional; masjid-masjid di tempat lain sering menambah 2 sampai 5 menitnya sendiri, terutama untuk Maghrib agar tidak ada yang berbuka sebelum matahari benar-benar terbenam.

Maghrib yang 2 sampai 5 menit lebih lambat daripada aplikasi Anda hampir selalu karena ini. Itu kehati-hatian yang disengaja, bukan kesalahan.

5. Pembulatan dan koordinat

Aplikasi membulatkan waktu hasil hitungan ke menit terdekat; sebagian jadwal membulatkan ke atas untuk waktu-waktu sholat dan ke bawah untuk terbit agar rentang yang tercetak tidak pernah lebih lebar dari yang sebenarnya. Itu saja sudah menghasilkan selisih satu menit.

Koordinat juga berpengaruh. Aplikasi memakai lokasi ponsel Anda atau pusat kota; masjid mungkin memakai alamatnya sendiri, titik tengah kecamatan, atau tabel yang dihitung untuk kota besar terdekat. Sepuluh kilometer ke timur atau barat sekitar 30 detik; tabel untuk kota yang berjarak 50 km bisa meleset dua tiga menit. Di Indonesia ini sering terjadi: jadwal imsakiyah yang dicetak untuk Jakarta dipakai di Bogor atau Bekasi, yang sebenarnya berbeda satu dua menit.

6. Waktu tetap di lintang tinggi

Di Inggris, Skandinavia, dan sebagian Kanada, Isya hasil hitungan pada bulan Juni akan jatuh setelah tengah malam atau tidak ada, sehingga banyak masjid menetapkan Isya, misalnya, 22:30 selama pekan-pekan musim panas dan mungkin menetapkan Subuh serupa. Aplikasi yang menerapkan aturan "tengah malam" atau "sepertujuh malam" memberi angka yang berbeda lagi. Ini keputusan komunitas bersama ulama; lihat jadwal sholat di lintang tinggi dan ikuti tabel masjid Anda untuk berjamaah. Bagi perantau Indonesia di Eropa, inilah kejutan pertama pada Ramadhan musim panas.

Mendiagnosis perbedaan dalam satu menit

Yang berbeda hanya Kemungkinan sebab
Semuanya, tepat 60 menit Pengaturan zona waktu atau waktu musim panas (misalnya WIB tertukar WITA)
Semuanya, 10-30 menit Anda membaca kolom iqamah
Subuh dan Isya, 10-40 menit Metode perhitungan berbeda
Hanya Ashar, 30-80 menit Aturan bayangan standar vs Hanafi
Maghrib atau semua waktu, 1-5 menit Menit ihtiyat atau pembulatan
Subuh dan Isya hanya pada musim panas, besar atau tetap Aturan lintang tinggi

Yang harus dilakukan

  1. Untuk berjamaah, pakai jadwal masjid. Itu jadwal yang disepakati komunitas tempat Anda sholat, dan selisih kecilnya sudah dipertimbangkan para ulamanya.
  2. Untuk sholat di rumah, kedua sumber sah asalkan Anda tidak sholat sebelum waktunya masuk. Jika ragu, ambil awal yang lebih lambat untuk sholat dan Subuh yang lebih awal untuk sahur.
  3. Setel aplikasi agar sama. Pilih metode dan aturan Ashar masjid di pengaturan aplikasi agar keduanya sejalan. Di alat kami keduanya adalah dua pilihan pertama di atas tabel.
  4. Minta masjid membagikan jadwalnya secara digital. Tabel bulanan sebagai berkas, tautan, atau kode QR di papan pengumuman memungkinkan jamaah menyalin waktu iqamah yang persis ke ponselnya alih-alih mengetik ulang. Panduan kami tentang mencetak jadwal sholat masjid menjelaskan cara takmir menyiapkannya.
  5. Jangan menjahit sumber. Mengambil Subuh paling awal dari satu sumber dan Isya paling lambat dari sumber lain bukan metode yang didukung siapa pun.

Perbedaan beberapa menit antara sumber-sumber yang cermat itu wajar dan sudah begitu sejak jadwal pertama kali ada. Intinya adalah sholat di dalam waktunya dan, jika bisa, berjamaah. Untuk apa pun yang menyangkut amalan Anda sendiri, tanyakan kepada ustaz atau imam yang Anda percaya.

Alat yang berguna

Tanya jawab

Aplikasi saya bilang Subuh 04:44 dan masjid bilang 04:39. Mana yang benar?

Keduanya bisa dipertanggungjawabkan. Selisih lima menit itu kemungkinan besar karena sudut 18° di aplikasi dan 20° Kemenag di masjid, ditambah ihtiyat. Jika sholat di rumah, keduanya masih di dalam waktu asalkan Anda tidak sholat sebelum fajar; waktu yang lebih lambat lebih aman untuk sholat. Untuk sahur, waktu yang lebih awal yang lebih aman.

Mengapa Ashar masjid satu jam setelah Ashar aplikasi saya?

Masjid itu mungkin memakai aturan bayangan Hanafi, atau menetapkan iqamah Ashar cukup lambat agar pengikut kedua aturan bisa ikut. Periksa apakah jadwalnya mencantumkan waktu azan tersendiri.

Haruskah saya menyetel aplikasi agar sama dengan masjid?

Ya, jika Anda rutin sholat di sana. Pilih metode dan aturan Ashar yang sama di aplikasi, dan jika masjid menambah menit tetap, catat. Beberapa masjid kini membagikan jadwalnya sebagai berkas atau kode QR yang bisa diimpor aplikasi, yang menghilangkan ketidakcocokan sepenuhnya.

Isya di masjid sama setiap malam pada musim panas. Apakah itu boleh?

Itu praktik di lintang tinggi yang disepakati bersama ulama karena Isya hasil hitungan akan jatuh setelah tengah malam atau tidak ada. Ikuti untuk berjamaah; alasannya ada di artikel lintang tinggi. Di Indonesia hal ini tidak terjadi.

Bolehkah sholat di rumah pada waktu azan tanpa menunggu iqamah?

Boleh. Waktu sholat masuk saat azan. Iqamah hanyalah waktu jamaah di masjid. Sholat berjamaah pahalanya besar (al-Bukhari 645), jadi jika bisa hadir, hadirlah; jika tidak, sholatlah kapan pun di dalam waktunya.

Sumber

  • Shahih al-Bukhari 645; Shahih Muslim 650 (berjamaah 27 derajat)
  • Shahih Muslim 612 (waktu-waktu sholat)
  • Sunan Abu Dawud 393 (Jibril mengimami sholat)

Bantu kami menjadi lebih baik

Bagikan Salah Table kepada orang yang membutuhkannya. Kami tidak menerima donasi dan tidak menayangkan iklan.

Mohon sertakan nama kota, tanggal, metode yang tampil di halaman, dan waktu menurut jadwal masjid Anda.