Rukyatul Hilal: Mengapa Awal Ramadhan Bisa Berbeda Hari

Cara hilal dirukyat, arti umur bulan, tinggi, dan elongasi, hisab versus rukyat lokal dan global, sidang isbat Kemenag, dan mengapa negara bisa berbeda sehari.

Kalender IslamDiperbarui 22 Oktober 20266 menit baca

Panduan ini menjelaskan pandangan dan sumber yang umum. Ini bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ustaz atau imam yang Anda percaya.

Setiap tahun pertanyaan yang sama muncul: mengapa satu negara mulai Ramadhan hari Senin dan negara tetangga hari Selasa? Jawabannya sebagian astronomi dan sebagian perbedaan metode. Panduan ini menjelaskan keduanya dengan bahasa sederhana, sehingga selisih sehari pada kalender Islam jadi masuk akal.

Hadits yang menetapkan aturannya

Nabi saw. bersabda: berpuasalah karena melihatnya dan berbukalah (berhari raya) karena melihatnya; jika ia tertutup bagi kalian, genapkanlah tiga puluh hari (Bukhari 1909 / Muslim 1081). "Ia" adalah hilal, bulan sabit tipis yang terlihat sesaat setelah matahari terbenam. Al-Qur'an menyebut bulan sabit sebagai penanda waktu bagi manusia dan bagi ibadah haji (2:189).

Dari hadits ini lahir tiga aturan praktis yang dijaga setiap metode:

  1. Satu bulan berumur 29 atau 30 hari, tidak kurang, tidak lebih.
  2. Pada petang tanggal 29, carilah hilal. Jika terlihat, bulan baru dimulai saat matahari terbenam itu.
  3. Jika tidak terlihat (awan, kabut, atau sekadar terlalu muda), genapkan tiga puluh hari dan bulan baru dimulai pada matahari terbenam berikutnya, apa pun yang terjadi.

Astronominya, secara sederhana

Bulan mengelilingi bumi sekitar sekali setiap 29,5 hari. Saat ia melintas di antara bumi dan matahari disebut bulan baru atau ijtimak (konjungsi). Pada saat itu ia tidak bisa dilihat: sisi terangnya membelakangi kita dan posisinya tepat di samping matahari di langit.

Setelah ijtimak bulan bergerak ke timur matahari, dan setiap hari ia terbenam sedikit lebih lambat dan menampakkan sabit yang sedikit lebih lebar. Petang pertama ketika sabit itu bisa dilihat adalah hilal. Tiga angka menentukan bisa tidaknya ia terlihat:

Istilah Artinya Mengapa penting
Umur bulan Jam sejak ijtimak, pada saat matahari terbenam di tempat Anda Bulan yang sangat muda terlalu tipis untuk dilihat. Rukyat mata telanjang di bawah sekitar 15–17 jam adalah pengecualian; banyak rekor 20 jam atau lebih
Tinggi (altitude) Seberapa tinggi bulan di atas ufuk saat matahari terbenam, dalam derajat Tinggi rendah berarti ia terbenam di senja yang masih terang dan berkabut. Biasanya perlu beberapa derajat
Elongasi Sudut antara bulan dan matahari dilihat dari bumi Di bawah kira-kira 7–8 derajat sabitnya terlalu tipis dan terlalu dekat dengan silau matahari untuk dilihat sama sekali; rukyat mata telanjang praktis perlu lebih

Yang keempat adalah lag time: berapa menit bulan terbenam setelah matahari. Selisih 20–40 menit memberi langit yang cukup gelap; selisih 10 menit tidak.

Angka-angka ini berbeda menurut lokasi pada petang yang sama. Hilal yang berumur 22 jam dan setinggi 8 derajat di Maroko mungkin hanya berumur 16 jam dan setinggi 4 derajat di Indonesia, karena matahari terbenam di Indonesia beberapa jam lebih awal. Itulah mengapa hilal pertama kali terlihat di bagian barat dunia Islam dan sering tidak terlihat di timur pada tanggal yang sama.

Hisab, rukyat lokal, rukyat global

Hisab astronomis

Sebagian otoritas menetapkan bulan dengan aturan yang dihitung di muka. Kalender Umm al-Qura Arab Saudi memulai bulan ketika ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam setelah matahari pada petang itu. Diyanet Turki dan beberapa lembaga Eropa memakai kriteria berdasarkan prediksi visibilitas (misalnya tinggi dan elongasi minimum di suatu tempat di bumi). Di Indonesia, Muhammadiyah menetapkan awal bulan dengan hisab dan mengumumkannya jauh hari lewat maklumat. Dewan Fikih Amerika Utara mengadopsi kalender hisab pada 2006.

Kelebihannya: tanggal diketahui bertahun-tahun sebelumnya, tidak ada perselisihan soal awan atau penglihatan. Keberatan ulama lain: hadits berbicara tentang melihat, dan kriteria hisab seperti Umm al-Qura bisa menempatkan awal bulan sehari sebelum ada manusia yang mungkin melihat hilal.

Rukyat lokal atau regional

Banyak negara (Indonesia, Malaysia, Brunei, Maroko, Pakistan, India, Bangladesh, Nigeria, Afrika Selatan, dan lainnya) punya komite resmi yang menerima kesaksian pengamat pada petang tanggal 29. Jika hilal terkonfirmasi, bulan dimulai; jika tidak, digenapkan tiga puluh hari. Sebagian menggabungkan rukyat dengan hisab, menolak laporan yang secara astronomis mustahil. Di Indonesia, Kemenag menggelar sidang isbat pada petang tanggal 29 Sya'ban dan 29 Ramadhan: laporan rukyat dari puluhan titik pengamatan dinilai dengan kriteria MABIMS (tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat), lalu Menteri Agama mengumumkan keputusannya malam itu juga. Nahdlatul Ulama ikut mengirim perukyat dan pada umumnya mengikuti hasil rukyat.

Rukyat global

Sebagian komunitas, termasuk banyak masjid di Inggris dan Amerika Utara, menerima rukyat yang terkonfirmasi dari mana pun di dunia, dalam praktiknya sering mengikuti pengumuman Arab Saudi. Alasannya, hadits itu ditujukan kepada umat Islam sebagai satu umat.

Praktik Ja'fari

Ulama Ja'fari umumnya juga mensyaratkan rukyat, dengan perbedaan tentang apakah rukyat di wilayah lain yang berbagi sebagian malam diterima; ikuti marja' atau komunitas Anda sendiri.

Mengapa negara berbeda: contoh nyata

Ambil Ramadhan 1448. Ijtimak terjadi pada 6 Februari 2027 (hari gerhana matahari cincin, yang tak lain adalah bulan baru melintas di depan matahari).

  • Saat matahari terbenam di Makkah pada 6 Februari, bulan baru berumur beberapa jam dan terbenam bersama atau sebelum matahari, sehingga kriteria Umm al-Qura tidak terpenuhi petang itu. Kalender itu karenanya menetapkan 1 Ramadhan pada Senin, 8 Februari 2027: bulan dimulai saat matahari terbenam Minggu, 7 Februari.
  • Pada petang 7 Februari, bulan berumur lebih dari 24 jam di Timur Tengah dan Afrika dan mudah terlihat di langit cerah, sehingga negara-negara berbasis rukyat dari Maroko sampai Pakistan diperkirakan melihatnya dan juga memulai Ramadhan pada Senin, 8 Februari.
  • Lebih ke timur, di Indonesia dan Malaysia, matahari terbenam pada 7 Februari datang lebih awal, sehingga bulan lebih muda dan lebih rendah; tetapi pada petang itu hilal di Indonesia diperkirakan sudah memenuhi kriteria MABIMS, sehingga sidang isbat kemungkinan besar juga menetapkan 8 Februari, sama dengan maklumat Muhammadiyah.

Ramadhan 1448 karenanya diperkirakan menjadi tahun yang cukup seragam. Perbedaan cenderung muncul di akhir bulan: Umm al-Qura memberi Ramadhan 29 hari dengan Idulfitri pada Selasa, 9 Maret, sedangkan negara mana pun yang tidak melihat hilal Syawal pada petang 8 Maret akan menggenapkan tiga puluh hari dan berlebaran pada Rabu, 10 Maret. Kosongkan kedua hari itu jika bisa; lihat Idulfitri 2027.

Apa yang dilakukan Muslim biasa

  • Ikuti pengumuman otoritas negara Anda atau masjid tempat Anda sholat. Di Indonesia itu berarti hasil sidang isbat Kemenag, atau maklumat organisasi yang Anda ikuti. Ulama lintas mazhab sepakat bahwa satu komunitas sebaiknya berpuasa dan berhari raya bersama-sama.
  • Anggap tanggal di situs ini, dan di ponsel Anda, sebagai perkiraan: semuanya mengikuti Umm al-Qura. Konverter Hijriah dan jadwal imsakiyah dibangun di atas kalender itu; pengumuman setempat bisa menggesernya sehari.
  • Jika Anda berpindah antarkomunitas (misalnya bepergian dari negara rukyat ke negara hisab selama Ramadhan), ulama umumnya menyarankan mengikuti komunitas tempat Anda berada; tanyakan kepada ustaz yang Anda percaya tentang menggenapkan atau mengurangi hitungan puasa.
  • Jangan memperdebatkannya pada malam itu. Perbedaan sehari sama tuanya dengan hadits tentang menggenapkan tiga puluh.

Membaca pengumuman hilal

Pengumuman biasanya menyampaikan salah satu dari tiga hal:

  1. "Hilal terlihat; besok adalah tanggal 1." Bulan dimulai saat matahari terbenam itu.
  2. "Hilal tidak terlihat; bulan digenapkan tiga puluh hari." Bulan baru dimulai pada matahari terbenam berikutnya (istikmal).
  3. "Berdasarkan hisab, tanggal 1 jatuh pada…" Keputusan hisab yang dibuat di muka.

Metode mana pun yang dipakai komunitas Anda, gambaran Al-Qur'an tetap berlaku: fase-fase bulan ada agar manusia mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (10:5). Perhitungannya sama; hanya ufuk para pengamat yang berbeda. Halaman kalender Hijriah membahas apa yang terjadi setelah bulan dimulai.

Alat yang berguna

Tanya jawab

Mengapa Indonesia mulai Ramadhan sehari setelah Arab Saudi?

Arab Saudi memakai kalender hisab dan komite rukyatnya sendiri, sedangkan Indonesia lewat sidang isbat Kemenag mensyaratkan hilal terlihat atau memenuhi kriteria MABIMS. Pada petang pertama yang mungkin, hilal sering terlalu muda atau terlalu rendah untuk terlihat di luar wilayah sempit di bumi, dan karena matahari terbenam lebih awal di Indonesia, hilal di sini lebih muda lagi.

Apakah salah memakai hisab, bukan rukyat?

Ulama berbeda pendapat. Mayoritas secara historis mensyaratkan rukyat atau menggenapkan tiga puluh hari (Bukhari 1909 / Muslim 1081); sejumlah lembaga modern, seperti Muhammadiyah, menerima hisab astronomis dengan alasan ia memenuhi tujuan dengan pasti. Ikuti otoritas negara Anda atau masjid tempat Anda sholat, dan tanyakan kepada ustaz yang Anda percaya jika ragu.

Bisakah hilal terlihat pada hari ijtimak (bulan baru)?

Hampir tidak pernah dengan mata telanjang. Pada saat ijtimak bulan berada di antara bumi dan matahari dan tidak terlihat. Biasanya perlu 15–20 jam atau lebih setelah ijtimak, dan jarak yang cukup dari matahari, sebelum hilal tipis tampak saat matahari terbenam.

Apa itu rukyat global?

Pandangan bahwa rukyat yang terkonfirmasi di mana pun di bumi memulai bulan bagi semua Muslim. Sebagian komunitas mengikutinya; yang lain hanya mengikuti rukyat regional atau nasional. Kedua posisi punya dasar ilmiah keagamaan.

Bisakah Ramadhan mulai pada hari yang sama di seluruh dunia?

Hanya jika semua memakai aturan yang sama. Dengan rukyat lokal, lengkung bumi membuat hilal terlihat di sebagian wilayah dan tidak di wilayah lain pada petang yang sama, sehingga perbedaan sehari itu wajar, bukan kekeliruan.

Sumber

  • Shahih al-Bukhari 1909; Shahih Muslim 1081
  • Al-Qur'an 2:189
  • Al-Qur'an 10:5
  • Al-Qur'an 9:36

Bantu kami menjadi lebih baik

Bagikan Salah Table kepada orang yang membutuhkannya. Kami tidak menerima donasi dan tidak menayangkan iklan.

Mohon sertakan nama kota, tanggal, metode yang tampil di halaman, dan waktu menurut jadwal masjid Anda.